Rabu, 25 Juni 2014

 01.50      ,    No comments



 Yanti memandang pak vicktor dengan pandangan mesra,
sesekali dikedip kedipkan matanya berusaha mencari perhatian dari sang guru. Sementara itu pak victor yang dipandang hanya acuh saja sembari tetap melanjutkan penjelasannya. Merasa diacuhkan, lama lama yanti merasa be te juga, wajahnya langsung menekuk cemberut. “kacian…. capek capek diacuhin… cucian deh camu…!” ejek satu suara cemprang. Yanti yang emang lagi ganas ganasnya langsung mendamprat “hei gondrong jelek…! Pala loe emang mau gue benjolin apa..?” bentak yanti keras. suasana kelas tiba tiba menjadi sunyi, semua mata tertuju kearah yanti. “yanti…? Apa apan kamu….?” Satu suara memecah kesunyian. Sementara itu yanti perlahan menelan ludahnya “mati deh gue….” Ujarnya dalam hati. “ma..maaf pak… si Obe sih pak…dia..dia..”ucap yanti terbata bata “jangan alasan..! saya nggak suka ada murid yang tidak memperhatikan pelajaran saya saat saya sedang mengajar…! Sekarang pergi ke wc, ambil air satu ember baru kamu berdiri di luar kelas…!”bentak pak victor. “ta..tapi pak…?”ujar Yanti memelas. “gak ada tapi tapi…sekarang…!”balas pak victor keras. Perlahan yanti hanya bisa merundukan kepalanya sembari berjalan pelan menuju luar kelas. “uh rasain…! Sukurin..! “ ejek satu suara dibelakangnya. “Obe…! Kamu juga cepat keluar…!”sang guru kembali berujar. “ta..tapi pak…saya kan nggak…”belum sempat Obe meneruskan ucapannya sang guru sudah memotong.” Kamu ingin saya keluarkan paksa…?” pak victor membentak dengan keras. “ba..baik pak…”sahut Obe terbata bata. Selang beberapa saat kemudian diluar kelas terlihat Yanti dan Obe sedang berdiri sambil menenteng ember berisi air, wajah yanti menekuk jengkel sementara itu Obe hanya terlihat nyengir saja. Sesekali dilayangkannya senyum nya kearah yanti yang kontan membuat  gadis itu makin mengkal. “hei, Gondrong jelek…apaan loe lihat lihat…?” sembur yanti jengkel. “matahari aja boleh dilihat…”balas adi tak berdosa. “emang gua motor…apa.?”balas yanti gak mau kalah. Tidak sampai disitu, yanti juga mulai menciprat muka Obe dengan air yang dibawanya. “eiits…mulai yach…emang aku gak berani nyipratin kamu…? Biar kata kamu perempuan lagi…!”ucap Obe sambil menciprat muka yanti dengan air lebih banyak sehingga wajah gadis itu terpekik. “aauwww…adi…! dasar gondrong jelek..! sialan…!” maki gadis itu keras kala mendapati hampir sekujur wajah dan seragamnya basah karena keciprat air yang di siram obe. Kesabaran gadis itu akhirnya bobol juga. Tangannya bergerak, seluruh isi dalam ember yang dipegangnya disiramkannya kearah obe. Namun malang, pada saat yang bersamaan pak victor berjalan keluar dari ruangan kelas. Tanpa ampun lagi sekujur tubuhnya basah tertimpa air yang disiram yanti.”yanti…….!”teriak pak victor kencang sembari menyeka wajah dan tubuhnya yang basah kuyup.

 Bau dupa  santer tercium diseluruh ruangan yang sempit itu. Beberapa barang yang ada di dalam ruangan tersebut semakin membuat kamar tersebut bertambah angker. “jadi gimana cah ayu…. Maunya mbah harus gimanain orang ini…”ucap satu suara parau memecah keheningan. “aku pinginnya orang itu jatuh cinta sama aku mbah…habisnya selama ini aku selalu di cuekin sih…malah dimarah marahin juga….” Sahut satu suara yang lain. “eh.he.he.he.he…., embah kira mau di apain… itu mah soal kecil…cah ayu..!” sahut sang mbah dukun sembari tertawa. “untuk syarat awal kamu harus ngelakuin sesuatu buat mbah…”ujar sang dukun. “syarat apaan mbah..?” ucap sang pasien penasaran. “ kamu buka jendela itu dulu…”ucap sang dukun. Sang pasien pun langsung berdiri menuju jendela yang dimaksud, kala jendela terbuka sinar mentari pun mulai menerangi kamar tersebut.” Sekarang kamu tutup mata kamu, lalu julurkan lidah sepanjang panjangnya…”ucap sang dukun lagi. “bu..buat apa mbah…?” ucap sang pasien tidak mengerti. “jangan banyak Tanya….! Emang kamu mau kamu saya jadiin kokok beluk…?” ancam sang dukun. ”maaf mbah….akan saya lakukan…!”ujar sang pasien ketakutan. setelah beberapa lama menjulurkan lidah akhirnya sang dukun pun memberikan tanda sambil terkekeh kekeh. “sudah cah ayu…sudah cukup,  silakan duduk lagi…He.he.he…”ucap sang dukun. Sang pasien pun akhirnya kembali ke posisinya semula. Sesaat kemudian sang dukun  mengeluarkan sebuah liontin perak kecil ditangannya.” Cah ayu… ini liontin khusus dari mbah…. Liontin ini berisi ketek macan sama alis monyet yang sudah mbah jampi jampi… jadi khasiatnya udah gak diragukan lagi….”ujar sang mbah berpromosi. “  gimana cara kerjanya mbah..? “Tanya sang pasien penasaran. “cah ayu cukup memakai liontin ini…saat cah ayu melihat korban, cah ayu harus merapal mantra yang akan mbah kasih sebentar… sesudahnya cah ayu harus segera mencium sang korban….”ucap sang mbah menjelaskan. “di..dicium mbah…? Pake bibir…?” Tanya sang pasien terpana. “nggak…! Di jepit di ketek….. ya iyalah…masak di cium pake dengkul….!” Ucap sang mbah jengkel. “maaf mbah… namanya juga orang nanya….”sahut sang pasien. “ sudah…sekarang mbah ajarin cara ngerapalin mantranya…”ucap sang dukun serius.” sekarang ikuti kata kata  mbah…”perintah sang dukun. “baik mbah…” ujar sang pasien. “kucing hitam senyumnya manis…”ucap sang mbah. “ku..kucing hitam senyumnya manis…”balas sang pasien. “mbah mike senyumnya juga manis…” tambah sang dukun. “m..mbah mike senyumnya juga manis…” balas sang pasien kembali. “cupika… cupiki…. cubir…!  yach gitu aja…!” ujar sang dukun kembali. “cupika… cupiki…. cubir…!.. .yach gitu aja…!” sambung sang pasien yang langsung dibalas dengan omelan oleh sang dukun. “gitu ajanya gak pake..! monyong…!” semprot sang dukun sambil mendelikan matamya. “i..iya…mbah…maaf..” ucap sang pasien. “sekarang sesudah cah ayu membacakan mantra tersebut, cah ayu harus segera mencium korban yang dituju….maka tubuh dan jiwa kalian akan bersatu…”ucap sang dukun. “tapi ingat…jimat ini sangat ampuh… jadi jangan disia siakan…” tambah sang dukun. “terima kasih mbah, pesannya akan selalu saya ingat…ini sebagai tanda jadinya mbah…”ucap sang pasien sembari menyodorkan segepok uang yang langsung disambut oleh sang dukun sambil terkekeh kekeh. “mbah sebelum saya pergi saya ingin menanyakan satu hal mbah…”ucap sang pasien. “ apa itu cah ayu..?” Tanya sang dukun. “ sebenarnya kenapa mbah menyuruh saya menjulurkan lidah keluar jendela mbah…? Apa Itu memang bagian dari ritualnya mbah…?” tanya sang pasien penasaran.”he.he.he…. nggak koq cah ayu…! Mbah  Cuma lagi sebel aja sama ibu dirumah sebelah…. abisnya selalu nagih uang sewa sama mbah…. mbah kan sekarang lagi nggak modal…hehe.he…..” jelas sang dukun sambil terkekeh. “sialan…. gua dikerjaiin….” umpat sang pasien di dalam hati.

 Pagi itu udara sangat cerah, Situasi sekolah mulai ramai oleh anak anak yang berdatangan. diantara keramaian anak anak yang berlalu lalang di koridor terlihat yanti berjalan dengan riangnya senyumnya terkembang. “ceeile…senyumnya… tumben pagi pagi seneng.. biasanya kan bawaannya be te mulu…” ujar satu suara menyapa. Yanti memalingkan wajahnya, saat dilihatnya sosok orang yang menyapanya dirinya langsung tertawa “ha…aku kirain siapa…. Si gondrong jelek sekalinya… lagi makan apa tuh..? ih makanan monyet…!” gelak yanti kala melihat obe yang menyapanya tadi sedang mengunyah sepotong pisang ambon. “weee… bilang aja pengen…!”ledek obe sambil  berlari mendahului yanti. “huuuh siapa juga mau makanan monyet…!” balas yanti sambil meneruskan langkahnya. Mendadak matanya berbinar kala dilihatnya pak vicktor guru matematika nya yang ganteng sedang berbincang dengan obe di koridor sekolah yang agak sepi. “ah…tepat banget…! Ini saatnya biar dikata ada Obe, aku harus ngelakuinnya…! Biarin deh di lihat Obe.! yang penting aku bisa jadian sama pak vicktor..!’ ujar yanti dalam hati, perlahan yanti mulai membaca mantra yang diajari mbah mike. “kucing hitam senyumnya manis…. Mbah mike senyumnya juga manis….. cupika…cupiki….” Yanti memfokuskan pandangannya kearah pak vicktor, kemudian yanti langsung tancap gas. “cubiiiiiiir…! “ teriak yanti sekencang nya sambil berlari. Bibirnya di monyongkan sedemikian rupa… saat sedetik lagi bibir yanti akan menyentuh bibir pak vicktor, tiba tiba kakinya menginjak sesuatu yang licin. Yanti tersentak. kala menyadari kakinya menginjak kulit pisang, dirinya tidak bisa mengendalikan tubuhnya lagi. Tubuhnya terus meluncur melewati tubuh pak vicktor yang Cuma bisa terbengong bengong dan akhirnya….cyuuupp…. ! bibir yanti akhirnya menempel di bibir yang di tumbuhi kumis tipis jarang jarang…
 Yanti perlahan memegang kepalanya. “dimana aku…?” ujarnya perlahan. “hei…! Apa yang kamu lakukan dalam tubuh aku…?” Bentak satu suara. Yanti berusaha memalingkan pandangannya berusaha mencari sumber suara namun sayang dia tidak berhasil menemukannya. “ ini aku..Obe… kenapa kamu ada dalam tubuh aku…?” kembali suara yang dikenalnya sebagai Obe tersebut berujar. “tu…tubuhmu…?” ucap yanti tak mengerti. Saat dia melihat dadanya, yanti langsung berteriak. “kyaaaa…..! payudaraku kempes..!!” teriak yanti histeris. “kempes…kempes…ini punya aku bukan punya kamu…  enak aja bilangin kempes…!” balas satu suara kembali. Saat yanti menyapu wajahnya kembali teriakannya terdengar. “kyaaaa…..! aku punya kumis…!”teriaknya lagi. “ itu juga punyaku monyong…! “ ucap Obe tak mau kalah. Akhirnya saat pikirannya jernih, yanti mulai bisa membaca kejadian yang telah terjadi. “liontin…liontin itu pasti penyebabnya…!” sentaknya kuat. “liontin apaan…? Aku gak mengerti deh..!” ucap Obe gak ngerti. “aku akan jelasin, tapi kamu tahu dimana tubuh aku sekarang…?” Tanya yanti. “kami membawa tubuhmu ke rumah sakit  ini Beberapa jam yang lalu.” Ujar Obe sambil melorotkan retsluiting celananya. “kyaaa..! mau ngapain…?” yanti berteriak kencang. “mau pipis..! emang kamu nggak ngerasa..? kan kamu ada dalam tubuh aku…! Sekarang kita kan ada di toilet…”ujar Obe menjelaskan. Sementara itu beberapa orang yang ada di toilet itu merasa heran dengan kelakuan Obe yang kayak orang gila bertanya dan berbicara seorang diri. Sementara itu yanti yang terperangkap di dalam tubuh Obe hanya bisa menjerit kala melihat disekelilingnya terdapat banyak pria yang sedang menggunakan toilet tersebut. “Kyyyaaaaaaa…!!!” teriak yanti kencang.

 Obe berjalan memasuki kamar rumah sakit dengan mengendap endap. Kala dia berhasil memasuki kamar dimana yanti dirawat, hatinya berdegup kencang. “yanti, gimana nih…? Aku harus ngapain lagi…? Ujarnya berbisik. “udah, tenang aja…. Sekarang kamu lihat kan liontin  yang dipakai aku….? Ambil dan kenakan di leher kamu…” ucap yanti dalam diri Obe. obe pun perlahan melakukan apa yang disuruh oleh yanti. “udah ti… sekarang ngapain lagi.,..?” Tanya Obe kembali. “kamu harus ngerapal mantra yang aku ajarin….baru kamu harus cium aku…”ujar yanti. “week..nggak mau..! kamu kan udah seminggu di rumah sakit…pasti nggak gosok gigi…”bisik obe “hei…jelek emang loe mau gandengan terus sama aku selamanya…apa?” bentak yanti. “ ya enggak lah…terpaksa deh…!”ucap adi. Akhirnya obe mulai merapal mantra yang diajarkan yanti, saat mantra sudah di rapal. Perlahan obe mulai mendekatkan bibirnya yang monyong ke bibir yanti. Asap tipis mulai mengepul, sedetik lagi kedua bibir tersebut bersentuhan , terdengar satu teriakan keras. “akhhhhhh….!!!! Ada maniak…!!” satu suara memecah kesunyian. Rupanya seorang suster secara tidak sengaja menangkap apa yang hendak dilakukan oleh obe. “sialan banget sich nich suster….!” Yanti yang berada dalam diri adi memaki. “maaf suz…saya ..saya hanya…” Obe berusaha menjelaskan, tapi sang suster keburu panik dan memancing orang orang untuk berdatangan. “sialan…aku harus kabur nich…!” ujar Obe sambil mengambil langkah seribu. Sementara itu dibelakangnya terlihat orang mulai memburunya. “tangkap….ada maniak seks..!”

 Obe menghentikan laju larinya, nafasnya terdengar turun naik. “sudah….sudah nggak ada yang kejarin kita kan…?” Obe berujar dengan nafas yang memburu. “i..iya udah nggak ada…”sambung yanti.” Sialan banget…masak aku dituduh maniak….. gara gara kamu nih semuanya….pake acara dukun segala…!”omel Obe sambil mengatur nafasnya. “apa..? salah aku..? emang siapa yang buang kulit pisang sembarangan..? emang kamu kira aku suka apa satu badan ama kamu yang jelek bau ama gondrong kayak gini..?” semprot yanti kesal. “udah…kalo gini gimana caranya lagi… aku udah gak tahu lagi deh…!” keluh Obe sambil mengusap peluhnya, tanpa menyadari ada seseorang yang berdiri di belakangnya. “ Obe…? Ngapain kamu disini…? Ini kan waktu nya belajar…?” satu suara terdengar menyapa. Obe langsung memalingkan wajahnya. “ pak…pak guru…?” yanti yang berada dalam diri adi menjadi salah tingkah sementara itu dalam hati Obe berujar. “mati deh gue…” sebelum Obe sempat berujar tiba tiba yanti yang berada didalam tubuh Obe berteriak kencang. “pak guru…! Aku cinta padamu…!” ujar yanti dengan kencang. Meskipun berada dalam diri obe namun yanti tetap bisa berbicara dengan sekitarnya walaupun tetap saja yang keluar adalah suara Obe. “apaan loe..!” Obe membentak yanti yang berada dalam dirinya. Sementara itu pak vicktor yang mendengar apa yang dikatakan oleh yanti yang bersemayam dalam diri Obe hanya bisa terdiam namun tiba tiba. “Obe…. bapak terharu…”ujar pak vicktor bergetar, diraihnya tubuh obe lalu dipeluknya. “sebenarnya bapak juga suka sama kamu sejak kamu masih kelas satu… hanya selama ini bapak selalu menahan perasaan bapak… karena bapak harus adil pada semua murid bapak… kini setelah kamu mengatakan isi hatimu…bapak bahagia… bapak juga cinta sama kamu Obe… mari bersama kita arungi kehidupan ini dengan penuh cinta dan kasih sayang!!”ucap pak vicktor mesra sambil membelai rambut Obe. Diperlakukan seperti itu Obe terkejut besar, matanya mendelik seakan mau keluar dari sarangnya. “ahk… pak guru…. homreng…!!!” jeritnya sembari berusaha melepaskan pelukan pak guru yang memeluknya erat. “Obe sayang… tunggu…!” pak vicktor berusaha memanggil adi yang telah berlari menjauh.

  Obe menyerahkan tisu di tangan kirinya ke tangan kanan. Obe ngerasa benar benar aneh, harus memberikan sapu tangan pada dirinya sendiri. “hapus air mata kamu…ntar kalo ada orang lihat ntar harga diri aku jatuh lagi…” ucap obe kepada yanti. “biarin….biar jatuh sekalian…”isak yanti. Obe jadi senewen dibuatnya. “udah deh..! jangan nangis lagi..! buat apa juga nangisi guru homreng macam gitu…nyusahin aja…!”omel Obe kesal. “aku gak nangisin dia koq..! aku hanya…”yanti tidak sempat meneruskan ucapannya. Dikejauhan di dengarnya salah satu teman Obe berteriak. “hhoooii..! be…! Buruan kita harus pergi ke pemakaman…..!”sahut temen Obe dari kejauhan. ”pemakaman siapa? Malas ah…” balas Obe sambil berteriak. “pemakamannya si yanti…! Masa nggak tahu sich..?” balas temennya lagi. Mendengar apa yang di teriakan temannya, Obe langsung menenggak ludahnya. ‘gi..gimana nich be…mereka mau ngubur aku..! aku nggak mau mati di…aku nggak mau mati…! Aku kan masih hidup..!”ujar yanti panik. Obe menggigit bibirnya. dengan sigap dibukanya ranselnya. “ kamu mau ngapain…?”yanti bertanya. “udah diem aja…!”sahut Obe sambil memasang roller blade yang ternyata disimpannya di dalam ranselnya tersebut. “ayo pergi…” ujar Obe kayak orang bego lupa kalau yanti tuh ada dalam tubuhnya.

 Orang orang yang melayat mulai banyak berdatangan, sementara itu pihak keluarga yang berkabung tampak sedang duduk mengitari tubuh yanti ditengah tengah. Tampak engkong yanti yang sedang sakit bengek sedang meratapi cucunya. “yanti… hiks… engkong banyak salah…hiks….mohon maapin..hiks…”ucap sang engkong sambil terisak, sementara itu keluarga yanti yang lain juga sudah mulai terisak. Saat suasana sedih tersebut berlangsung, di depan rumah terjadi keributan. Tampak seorang anak muda berusaha menerobos masuk kedalam rumah. “lepaskan…aku.!. lepaskan ..! aku harus menolong yanti…!” anak muda itu berusaha berontak dari pegangan beberapa orang lelaki. “jangan lepaskan dia..! dia tuh maniak seks yang tempo hari di rumah sakit…!” ujar seorang wanita yang ternyata suster yang memergoki adi di rumah sakit. “bu…bukan begitu…! aku..aku hanya…”Obe tidak sempat menjelaskan apa yang terjadi karena sebagian besar keluarga yanti yang ada di situ sudah keburu naik pitam. “tangkap…!” teriak sang engkong mengomandani. Kontan saja acara duka menjadi kacau balau. sebagian besar laki laki yang ada di ruangan tersebut jadi berloncat loncatan berusaha mengejar Obe yang bersepatu roda. Namun berkat kelincahan Obe, tidak ada seorang pun yang berhasil menangkapnya. Obe mempercepat laju sepatu rodanya. Kala dia sampai ditepi peti mati yang dimana tubuh yanti dibaringkan Obe langsung berujar keras. “kucing hitam senyumnya manis kayak mbah mike… cupika…. cupiki… cubiiir…!” serunya kencang. Langsung disibakkannya cadar yang menutupi wajah yanti, lalu di ciumnya bibir yanti yang dingin. Dan …perlahan asap mulai mengepul. Lalu terjadilah keajaiban, mata yanti perlahan terbuka, Obe pun melepaskan ciumannya. “Obe….” Yanti berujar lirih. Sementara itu orang orang yang ada di sekitar mereka menjadi gempar. Sang engkong bahkan terkencing kencing di balik sarungnya. Sementara itu yanti perlahan memandang wajah adi. “ kenapa kamu mau mempertaruhkan hidup kamu Be…?” yanti berujar lirih. “ka..karena aku sayang kamu ti…!” ucap Obe pelan sembari membelai wajah yanti. Diperlakukan seperti itu yanti hanya bisa tertunduk dan tiba tiba…”kucing hitamnya mbah mike kalo senyum manis amat…cupika cupiki cubiiiir…!” teriak yanti keras sembari melumat bibir Obe. Perlahan asap tipis kembali mengepul dari bibir keduanya. “mulai lagi deh…..” keluh Obe sambil membalas ciuman yanti.
� 1 J l �Q �P� atkan mawar tersebut ke belahan rambut gadis itu. Sementara gadis itu hanya dapat terisak manja. Disekanya air matanya perlahan, kuncup kuncup mawar telah bersemi didalam hatinya. sementara itu jauh diatas sana… senyum seorang sahabat menyertai kebahagian Jills dan Meiske…. .

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Kirim Cerita